Menteri Agama Canangkan Gemmar Mengaji Jogja

Ditulis Sabtu, 29 September 2012 - Oleh Administrator 629

Menteri Agama Republik Indonesia, Drs.H. Suryadharma Ali, M.Si canangkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di kota Yogyakarta. Kegiatan launching diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta pada hari Rabu (26/9) bertempat di Masjid Diponegoro Balaikota.
Dalam laporan, kegiatan Ketua Baznas Kota Yogyakarta sekaligus Sekda Kota Yogyakarta, dra. Titik Sulastri mengungkapkan bahwa tema kegiatan ini adalah Menumbuhkan semangat cinta. pemahaman dan pengamalan Al Quran dalam rangka menciptakan masyarakat Yogyakarta yang agamis dan berbudaya. Maksud dan tujuannya adalah meningkatkan semangat cinta membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.  Menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat akan fungsi dan peran Al Quran bagi kehidupan manusia dan Menghidupkan kembali tradisi membaca/mendaras Al Quran setiap selesai shalat Maghrib di masjid, langgar, mushola dan rumah.
Peserta yang hadir saat itu adalah ustad dan santri TPA/TKA dan remaja masjid sebanyak 5.000 peserta. Dari para peserta inilah yang diharapkan bisa menjadi penggerak tradisi yang mulia, kebiasaan membaca al quran dari bada maghrib sampai dengan waktu isya. Baznas Kota Yogyakarta juga telah mencetak 10 ribu stiker gemmar mengaji, selain tiu akan bekerja sama dengan TPA dan TKA wilayah untuk monitoring ke rumah-rumah santri atau jamaah. Demikian laporan Titik Sulastri.
Dalam sambutannya Haryadi Suyuti mengungkapkan suatu kebahagiaan bagi umat muslim apabila mampu mengqatamkan al quran dan bisa mengamalkan, baik yang tersirat maupun yang tersurat dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta tatanan negara yang Baldatun toyyibatun warobun ghofur. Pemkot menyambut baik kegiatan pencanangan gemar mengaji dengan harapan terciptanya kembali kebiasaan mengaji bada magrib hingga menjelang Isya. Ungkap Haryadi, keberhasilan kegiatan ini memerlukan peran serta berbagai pihak. Pemkot telah sepakat menetapkan bahwa rapat akan berhenti saat maghrib dan dilanjutkan setelah shalat isya. Pada saat ini Pemkot juga akan membantu kegiatan pencetakan al quran oleh Kraton Yogyakarta yang diperuntukkan dibagikan kepada masyarakat.  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Forkompinda Kota Yogyakarta juga sepakat mengadakan semakan quran yang akan dilasanakan secara rutin dikuti oleh segenap pegawai. Selain menjalin silaturahmi, ini dimaksudkan untuk menggalakkan kebiasaan membaca dan mempelajari al quran sehingga pegawai yang mengamalkannya diharapkan bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Diharapkan gerakan-gerakan yang dimotori oleh Pemkot ini bisa dikembangkan lagi oleh masyarakat.
Dalam sambutan Suryadharma Ali mengungkapkan apresiasi disampaikan kepada Pemkot Yogyakarta karena memprakarsai gerakan Gemmar Mengaji hingga menyebarkan banyak stiker Gemar Mengaji. Saat ini kita gelisah karena ada kejadian-kejadian seperti tawuran pelajar ada di masyarakat. Ini merupakan akibat tidak diberikannya pendidikan karakter kepada anak. Mengapa harus ada seminar, pertemuan-pertemuan ilmiah padahal orang tua sejak jaman dahulu telah mewariskan kebiasaan mengaji setelah maghrib. Kebiasaan seperti itu telah hilang karena anak-anak malah disuguhi tayangan televisi pada jam yang sama, acara yang bagus tetapi sama sekali tidak memiliki nilai edukasi. Acara yang berbau horor dan klenik bisa mempengaruhi keimanan dan kejiwaan anak. Maka mengaji setelah magrib bisa menjadi solusi pendidikan karakter anak dan yang paling baik adalah dilaksanakan di rumah.
Banyak sekali keuntungan yang didapat dengan suksesnya gerakan Gemar Mengaji, yang pertama adalah terciptanyan komunikasi yang baik antara rang tua dengan anaknya. Dengan komunikasi antara orangtua dengan anaknya ada transfer pengetahuan dan akhlak kepada anaknya. Yang kedua, bisa mencegah anak kemasukan nilai-nilai yang tidak sesuai norma-norma agama. Kejahatan malam tidak pula bisa menimpa anak kita karena pada malam hari yang negatif selalu lebih menarik. Yang ketiga adalah tertanam kebiasaan shalat berjamaah. Dengan mengaji akan semakin disadari al quran adalah kebenaran, petunjuk yang terbaik dari Allah yang bisa menjadi pendidikan karakter yang terbaik pula bagi anak.
Harap Suryadarma Ali, semoga gerakan ini bisa terus disosialisasikan oleh Pemkot bahkan bisa menjadi contoh daerah lain untuk turut melaksanakan. Suryadharma Ali juga berpesan agar porsi pendidikan agama disekolah bisa ditambah, bisa memanfaatkan waktu-waktu senggang seperti saat liburan dengan kegiatan yang membangun mental anak.
Launching secara simbolis dilakukan dengan pemukulan bedug, penandatanganan piagam dan penyerahan al quran kepada perwakilan santri. Setelah launcing para peserta shalat berjamaah Maghrib, dilanjutkan mengaji dan kemudian shalat Isya berjamaah. (byu)

- See more at: http://www.jogjakota.go.id/news/menteri-agama-canangkan-gemmar-mengaji-jogja#sthash.EknLFHKw.dpuf