Bagaimana Menyikapi Perbedaan Harga Bahan Pokok bagi Orang yang Hendak Berzakat Fitrah dengan Uang?

 

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang harus ditunaikan sebelum salat Idul Fitri. Secara tradisional, zakat fitrah diberikan dalam bentuk bahan pokok seperti beras, gandum, atau kurma, tetapi dalam praktiknya, banyak umat Islam memilih membayarkannya dalam bentuk uang sesuai dengan harga bahan pokok yang berlaku. Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana menyikapi perbedaan harga bahan pokok yang mungkin bervariasi di berbagai tempat dan waktu?

Dalam menentukan nilai zakat fitrah dengan uang, ada beberapa pendekatan yang bisa digunakan:

  1. Mengacu pada Harga Beras atau Bahan Pokok yang Dikonsumsi
    Sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah uang yang dibayarkan harus setara dengan harga bahan pokok yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Jika seseorang biasa mengonsumsi beras kualitas premium, maka zakat fitrahnya juga harus didasarkan pada harga beras premium.
  2. Mengikuti Ketetapan Lembaga Resmi
    Di banyak negara atau wilayah, lembaga zakat atau otoritas keagamaan menetapkan standar harga zakat fitrah berdasarkan harga rata-rata bahan pokok di pasaran. Mengikuti ketetapan ini bisa menjadi cara yang praktis dan adil dalam membayarkan zakat fitrah dengan uang.
  3. Memilih Harga yang Wajar dan Tidak Merugikan Mustahik
    Jika ada variasi harga yang cukup signifikan di pasar, dianjurkan untuk memilih harga yang tidak terlalu rendah agar mustahik (penerima zakat) dapat memperoleh manfaat yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan prinsip zakat, yaitu untuk membantu kaum dhuafa dengan layak.

Untuk mengatasi perbedaan harga bahan pokok dalam pembayaran zakat fitrah dengan uang, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Melakukan Survei Harga
    Sebelum membayar zakat fitrah, ada baiknya mencari informasi mengenai harga bahan pokok yang berlaku di daerah masing-masing agar dapat membayar dengan jumlah yang sesuai.
  • Mengikuti Rekomendasi Ulama atau Lembaga Zakat
    Jika bingung menentukan harga, umat Islam bisa mengikuti standar yang ditetapkan oleh lembaga zakat atau ulama setempat.
  • Menyesuaikan dengan Kondisi Ekonomi Mustahik
    Jika memungkinkan, memilih harga yang lebih baik akan lebih bermanfaat bagi penerima zakat, terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan.

Perbedaan harga bahan pokok adalah hal yang wajar terjadi, terutama dalam konteks zakat fitrah yang dibayarkan dengan uang. Untuk menyikapi hal ini, umat Islam dapat berpedoman pada harga bahan pokok yang mereka konsumsi, mengikuti ketetapan lembaga zakat, dan memilih harga yang lebih menguntungkan bagi mustahik. Dengan cara ini, zakat fitrah dapat ditunaikan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi yang membutuhkan.

 

=====================

*Tunaikan zakat/infaq, melalui Kantor Digital BAZNAS Kota Yogyakarta.
https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat  
Kunjungi juga website: https://baznas.jogjakota.go.id 

Editor: Ummi Kiftiyah